
Bismiillaahirahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
============================
Prolog : Izinkan aku bicara dari hati seorang wanita, yang mungkin bisa
mewakili suara saudari-saudariku, para akhwat pada umumnya..
Tulisan ini dibuat untuk saudaraku para ikhwan, sedikit saya berpesan:
Jika antum hendak taaruf dengan seorang akhwat, maka HATI-HATI LAH,
karena Anda Sedang Berurusan Dengan Ciptaan-Nya Yang Paling Sensitif dan
Paling Perasa,.. Jangan Lukai Mereka !
————————————————————————–
Proses ’ta’aruf’ merupakan suatu proses awal menuju proses selanjutnya,
yaitu khitbah dan akhirnya sebuah pernikahan. Memang tidak semua sukses
sampe tahap itu. Sang Sutradaralah yang mengatur. Semua adalah skenario
dan rekayasaNya. Manusia hanya berencana dan ikhtiar, keputusan tetap
dalam genggamanNya. Tapi kita manusia juga diberi pilihan. Hidup adalah
pilihan. Mau baik atau buruk, mau syurga atau neraka, mau sukses atau
gagal, semua adalah pilihan. Namun tetap Allah Yang Maha Menentukan.
Aku ingin titip pesan pada para ikhwan yang sdh memutuskan hendak melontarkan perkataan ’ta’aruf’ pada seorang akhwat:
Bagi para ikhwan, pikirkanlah baik-baik, matang-matang, dan masak-masak
sebelum menawarkan sebuah jalinan bernama ta’aruf. Jangan mudah
melontarkannya jika dalam hatimu tak ada komitmen dan kesungguhan untuk
meneruskannya. Sebelum benar2 terucap kalimat ‘TAARUF’ ini dari bibirmu,
TANYAKAN..TANYAKAN SEKALI LAGI PADA HATIMU, benarkah engkau akan
melakukan itu dengan segala konsekuensi da tanggungjawabnya..??
Mengertilah keadaan akhwat. Antum tahu, bahwa sifat kaum hawa itu lebih
sensitif. Akhwat mudah sekali terbawa perasaan. Disadari atau tidak,
diakui atau tidak, akhwat adalah makhluk yang kadang mudah sekali GeEr,
suka disanjung, suka diberi pujian apalagi diberi perhatian lebih.
Jadi saat kata ta’aruf atau mungkin khitbah itu keluar dari lisan
seorang lelaki baik dan sholih seperti antum, tak ada alasan bagi akhwat
untuk menolak. Karena jika akhwat menolak tanpa alasan yang jelas, maka
hanya fitnah yang ada. Jadi, tolong tanyakan lagi pada diri antum,
apakah kata-kata itu memang keluar dari lubuk hati antum yang terdalam?
Apakah antum sudah memohon petunjuk kepada yang Maha Menguasai Hati? Apa
antum benar-benar siap (ilmu, iman, mental, fisik, materi, dll) untuk
menjalin ikatan suci bernama pernikahan? Sekali lagi, berhati-hatilah
dengan kata ta’aruf. Karena ta’aruf adalah gerbang menuju pernikahan.
Pernikahan yg suci dan agung, yang saksinya adalah Allah Yang Maha
Melihat dan Para Malaikatnya yg mengamini.
Proses ’ta’aruf’ menuju
pernikahan memerlukan sebuah rentang waktu tertentu. Bila diibaratkan
ta’aruf adalah pintu halaman rumah antum dan pernikahan adalah pintu
rumah antum, kemudian timbul pertanyaan, berapa jauhkah jarak pintu
gerbang menuju pintu rumah antum? padahal selama perjalanan akan banyak
cobaan menghadang. Bunga-bunga indah di halaman rumah antum bisa membuat
akhwat terpesona. Kolam ikan yang indah juga membuat akhwat terlena.
Ingin sekali akhwat memetiknya, ingin sekali akhwat berlama-lama di sana
menikmati keindahan dan kenikmatan yang antum sajikan. Tapi tdk berhak,
karena belum mendapat izin dari si empunya rumah.
Akhwat ingin
segera mencapai sebuah keberkahan, tapi di tengah jalan antum
menyuguhkan keindahan-keindahan yang membuat akhwat lupa akan tujuan
semula. Lebih menyakitkan lagi jika antum membuka gerbang itu
lebar-lebar dan akhwatpun menyambut panggilan antum dengan hati
berbunga-bunga. Tapi setelah akhwat mendekat dan sampai di depan pintu
rumah antum, ternyata pintu rumah antum masih tertutup. Bahkan antum tak
berniat membukakannya. Saat itulah hati akhwat hancur berkeping-keping.
Setelah semua harapan terangkai, tapi kini semua runtuh tanpa sebuah
kepastian. Atau mungkin antum akan membukakannya, tapi kapan? Antum
bilang jika saatnya tepat. Lalu antum membiarkan akhwat menunggu di
teras rumah antum dengan suguhan yang membuat akhwat kembali terbuai,
tanpa ada sebuah kejelasan. Jangan biarkan akhwat berlama-lama di
halaman rumah antum jika memang antum tak ingin atau belum siap
membukakan pintu untuknya. Akhwat akan segera pulang karena mungkin saja
salah alamat. Siapa tahu rumah antum memang bukan tempat berlabuhnya
hati mereka. Ada rumah lain yang siap menjadi tempat bernaung mereka
dari teriknya matahari dan derasnya hujan di luar sana.
Mereka tak
ingin mengkhianati calon suami mereka yang sebenarnya. Di istananya ia
menunggu calon bidadarinya. Menata istananya agar tampak indah.
Sementara mereka berkunjung dan berlama-lama di istana orang lain.
Akhi, sebelum ijab qobul itu keluar dari lisan antum, cinta adalah
cobaan. Cinta itu akan cenderung pada nafsu. Cinta itu akan cenderung
untuk mengajak berbuat maksiat . Itu pasti..! Langkah-langkah syetan
yang akan menuntunnya. Kita tentunya tdk mau memakai label ‘ta’aruf
untuk membungkus suatu kemaksiatan bukan? Hati-hatilah dengan hubungan
ta’aruf yang menjelma menjadi TTM (Ta’aruf Tapi Mesra). Tolong hargai
akhwat sebagai saudara antum. Akhwat bukan kelinci percobaan. Akhwat
punya perasaan yang tidak berhak antum buat ’coba-coba’. Pikirkanlah
kembali. Mintalah petunjukNya. Jika antum memang sudah siap dan merasa
mantap, segera jemput mereka.
Dan satu lagi yang perlu antum
perhatikan adalah bagaimana cara antum menjemput. Tentunya kita
menginginkan kata ’berkah’ di awal, di tengah, sampai di ujung
pernikahan bukan? Hanya ridho dan keberkahanNya lah yang menjadi tujuan.
Pilihlah cara yang tepat dan berkah. Antum sudah merasa mantap pada
akhwat itu. Antum yakin seyakin-yakinnya bahwa dialah bidadari yang akan
menghias istana antum. Tapi antum tidak menggunakan cara yang tepat
untuk menjemputnya. Sama halnya jika antum yakin dan mantap untuk menuju
Surabaya. Tapi dari Jakarta antum salah memilih kendaraan, akibatnya
antum gak akan pernah sampai ke Surabaya, malah nyasar. Ato kendaraannya
sudah bener tapi nggak efektif. Terlalu lama di perjalanan. Masih
keliling-keliling dulu. Akhirnya banyak waktu terbuang percuma selama
perjalanan. Jadi, antum juga harus memikirkan cara yang baik/ahsan,
tepat dan berkah agar bahtera rumah tangga antum berjalan di atas ridho
dan keberkahanNya.
Semoga pesan ini bisa menjadi bahan renungan
antum, para ikhwan, calon qowwam kami (para akhwat) dalam mengarungi
bahtera rumah tangga Islami yang akan melahirkan generasi penyeru dan
pembela agama ALLAH. Akhirnya aku minta maaf, afwan jiddan bila dalam
pesan ini ada hal-hal yg kurang baik dan benar..
Akhi, dengarkanlah jerit hati para akhwat ini:
“Aku bukanlah seorang gadis muslimah yang cerewet dalam memilih
pasangan hidup. Siapalah diriku ini berani untuk memilih permata
sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.
Tetapi
aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar
lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah
tujuan yang satu..yaitu Ridho Allah Subhanahu WaTa’ala.
Tidak perlu
kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas
perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan
Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati
jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.
Andainya kaulah jodohku
yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih
dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita
tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itubelum ada ikatan yg kuat
dan halal, jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak
mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah
tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan
yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.
Permintaanku tidak
banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha
Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang
penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada
Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu,
mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di
medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan
kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.
Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh
cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu
karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta
itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan
mempertemukan kita kembali di syurga….” Aamiin ya Rabbal Alamiin.
ATAS NAMA TAARUF
MUNGKIN SALAH SEORANG IKHWAN AKAN BERTANYA…” Mengapa wanita begitu selektif memilih orang yang akan taaruf..”
maka..akhwat akan menjawab:
suami kami nanti kelak akan menjadi pemimpin kami…
akan kami layani kebutuhannya….
akan kami tunggu kehadirannya…
akan kami berikan jiwa kami…raga kami….
bagaimana mungkin kami lalai dalam memilih calon suami…meski hanya dalam rangka taaruf…??
suami kami nanti akan menjadi pembimbing agama kami…penjaga kami…pelindung kami…
bagaimana mungkin kami akan gegabah dalam menentukan pilihan…meski hanya sebatas tukaran biodata..??
mentaati suami kami adalah salah satu jalan kami ke surga…
ketaatan pada suami adalah lambang keshalehan kami….
bagaimana mungkin kami akan cepat memutuskan siapa pilihan kami meski hanya sebatas kata…”baik saya setuju…taarufan…”
ya akhi….saudaraku…para ikhwan….
JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TAARUF PADA KAMI…!!!!!
KETAHUILAH…KAMI ADALAH WANITA YANG BERBEDA…!!!!!
Akhwat yang mengajukan gugatan ta’aruf…
Tatkala seorang Akhwat susah mencari jodoh atau saat di Tolak ikhwan…
Tatkala Akhwat taarufnya di tolak ikhwan, buang jauh-jauh rasa kecewa,
harus siap menerima dengan keikhlasan, kesabaran, qana’ah, beriman
dengan qadha Dan Qadharnya Allah..
Ikhwan yang mengajukan gugatan ta’aruf…
Tatkala seorang Ikhwan susah mencari jodoh atau saat di Tolak Akhwat …
Tatkala Ikhwan di tolak Akhwat, buang jauh-jauh rasa kecewa, harus siap
menerima dengan keikhlasan, kesabaran, qana’ah Dan beriman dengan qadha
Dan Qadharnya Allah..
Kedua fenomena itu banyak terjadi Dan akan
selalu terjadi, kita harus bijak menanggapi, kita harus mencari ilmu
yang mesti dipelajari.
Yang celaka Adalah hamba penampilan, hamba bangsawan, hamba dinar …
Yang selamat Adalah hamba Allah yang mengutamakan Tauhid Dalam hidupnya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan
yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan
Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik.”
Katakanlah:
sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk
Allah, Tuhan semesta alam. (Qs. Al Anaam 161-162)
——————————————
Semoga bermanfaat
sumber:http://irilaslogo.wordpress.com/2009/11/30/untuk-ikhwan-yang-hendak-taaruf-sama-akhwat-hati-hati-anda-sedang-berurusan-dengan-ciptaan-nya-yang-paling-perasa-jangan-lukai-mereka/
Baarokallohu fiikum.
#mesem227+SemangKA!

Bismi Allaah Ar Rahmaan Ar Rahiim...
Hijab Muslimah (Jilbab Gwe banget)
Menjawab beribu alasan muslimah enggan berjilbab
Sesungguhnya seorang wanita muslimah akan menemukan bahwa di dalam
hukum islam ada perhatian yang sangat tinggi terhadap dirinya agar dapat
menjaga kesuciannya, agar dapat menjadi wanita mulia dan memiliki
kedudukan yang tinggi. Dan syarat-syarat yang diwajibkan pada pakaian
dan perhiasannya tidak lain adalah untuk mencegah kerusakan yang timbul
akibat tabarruj (berhias diri) dan menjaga dirinya dari gangguan
orang-orang. Syariat Ini pun bukan untuk mengekang kebebasannya akan
tetapi sebagai pelindung baginya agar tidak tergelincir pada lumpur
kehinaan atau menjadi sasaran sorotan mata dan pusat perhatian.
Defenisi Hijab Secara Bahasa
Al-Hijab berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi, dengan kata
lain al-Hijab adalah benda yang menutupi sesuatu, menurut al-Jarjani
dalam kitabnya at-Ta’rifat mendefinisikan al-Hijab adalah setiap sesuatu
yang terhalang dari pencarian kita, dalam arti bahasa berarti man’u
yaitu mencegah, contohnya: Mencegah diri kita dari penglihatan orang
lain.
KEUTAMAAN HIJAB
1. Hijab merupakan tanda ketaatan seorang muslimah kepada Allah dan Rasul-Nya.
Allah telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya berdasarkan firmanNya:
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ
أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ
اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا
“Dan tidaklah patut
bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin,
apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada
bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa
mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat
yang nyata.” (QS. Al Ahzab: 36)
2. Hijab itu Iffah (Menjaga diri).
Allah menjadikan kewajiban menggunakan hijab sebagai tanda ‘Iffah
(menahan diri dari maksiat). Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ
الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى
أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan
istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)
3. Hijab adalah Kesucian
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri- istri
Nabi), Maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih
suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al Ahzab: 53)
4. Hijab adalah Ketaqwaan
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي
سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ
آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
“
Hai anak Adam,
Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup
auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa Itulah yang
paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda
kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raf: 26)
Hai Sis jangan takut berjilbab yah !
Takut? Emangnya uji nyali?
Nggak cuma uji nyali aja yang
bisa bikin orang takut, berjilbab pun
ternyata masih banyak yang pada takut.
Mulai dari takut dicemooh, takut nggak
bisa bebas beraktivitas, takut gerah,
takut sulit dapat pekerjaan hingga takut
ggak dapat jodoh.
Padahal kalo dipiki-piki , jilbab adalah suatu gaya berpakaian yang
lagi tren saat ini, lho. Emang sih beberapa tahun yang lalu, jarang
banget kita nemuin cewek berjilbab. Tapi saat ini hampir di setiap sudut
meja, eh, kota banyak muslimah yang sudah mulai sadar untuk berjilbab.
Di sekolah-sekolah baik yang berbasis Islam atau pun umum, perguruan
tinggi negeri dan swasta, tempat-tempat kursus hingga di pasar, mal, dan
pabrik-pabrik, jilbab mulai marak. Bahkan di perkantoran yang dulunya
jarang banget didapati busana muslimah ini, kini hampir di setiap kantor
bisa dijumpai wanita muslimah yang berjilbab. Tuh kan, keren nggak sih?
Tapi ternyata di balik hingar-bingar cewek berjilbab, itu belum
semuanya mau mengenakannya, sobat. Why? Karena banyak di antara mereka
yang meskipun mengaku Islam, tapi masih juga enggan untuk berjilbab.
Banyak sih alasan klise yang bakal dijadikan senjata andalan. Mulai dari
pendapat yang bilang kalo jilbab tuh busana yang nggak gaul, ribet, dan
bawaannya gerah mulu, hingga yang paling sering muncul nih, nggak siap.
Nggak siap? Wah, macam mana pula ini?
Bahkan ada juga
yang mau pake jilbab asal dengan syarat dibeliin mobil sedan keluaran
terbaru. Walah! Eh…tapi ini beneran ada lho.
Tapi jangan salah, kita
kudu bersyukur juga, karena ternyata masih ada sodara kita yang sudah
niat hati sih pingin berjilbab tapi apa daya nggak boleh sama ortu.
Dengan alasan kayak anak udik-lah, entar sulit dapat kerjaan-lah, lama
dapat jodohnya de el el. Ortu punya kuasa untuk melarang anaknya
berjilbab. Gimana nggak, kalo larangan itu disertai ancaman bakal distop
uang SPP dan uang saku, bahkan mungkin juga distop nggak boleh aktif di
rohis (tempat dia sadar tentang wajibnya jilbab). Lalu gimana dong cara
untuk meyakinkan ortu agar dibolehin pake jilbab?
A. Kriteria Jilbab(Hijab)
- Meliputi anggota tubuh kecuali muka dan telapak tangan
- Tidak tembus pandang
- Tidak sempit
- Tidak menyerupai pakaian laki-laki
- Bukan pakaian menarik nafsu seseorang apabila menihatnya
B.Kenapa ya teman kita mereka tidak berjilbab?
1. Tidak tahu penting dan WAJIBnya berjilbab
2. Tunggu nanti : Keburu tua donk
3. Dilarang ortu, pacar, kantor dll
4. Tidak mau karena jilbab :
- Kuno
-Kampungan
- Menutupi kecantikan
- Membatasi pergaulan
- Mengekang
- Diskrimainatif
- Membawa derita de el el..
oke sis mari kita dengarkan alasan mereka dan kita jawab bersama
1. Aku sih entar ajah, hati dulu deh yang dijilbabin
Jawab : Entar emang bisa jamin masih hidup?kebaikan kok di tunda sih.. !!
emang bisa jamin besok masih hidup?kebaikan itu emang perlu dipaksa sis
kamu ngak bakal mau jalan naik motor kalau tidak dipaksa polisi disuruh
pakai padahal itu untuk keselamatan dirimu sendiri,itu baru suruhan
polisi apalagi hijab ini adalah suruhan Allah subhanahua taala..
2. Temen aku ajah berjilbab kelakuanya masih parah! Mending aku donk yg ngak pakai sekalian..
Jawab : Belum tentu yah paling tidak sudah melaksanakan perintah Allah.kamu?
masak ia sih teman kamu yang berkelakuan parah begitu aja berjilbab lah kamu kok ngak ! tadi katanya lebih baik dari dia???
3. Berbuat baik bukan Cuma berjilbab dan jilbab bukan tolak ukur keimanan seseorang !
Jawab : BETUL ! Jilbab bukan tolak ukur keimana seseorang namun merupak
an realisasi amal keimanan kita.(iman harus di buktikan dengan amal
bukan?)
Pada ahirnya amal tersebut menunjukan sisi ketaqwaan kepada Rabbi
Kata alasan merka lagi
1. Modalku rambut , kalo pake jilbab makin jelek..
Jawab : apa sih modal cantiknya cewe itu ? apa wajah?body?warna kulit?
oh no bukan itu sis.. yang bikin cantik itu adalah rambut, secantik
apapun seorang model wajah cakep,body oke warna kulit aduhai jika
berjalan di panggung model(apa ya bahasanya.hehe saya lupa..pokoknya
itulah)kalau botak cantik ngak??ayo jawab jujur...hihi serem? Nah loh
tambah jelek kan,kcoba alo jilbab dijamin punya rambut apa ngak so tetep
cantik kerna tertutup/hijab
2. Lama dapat Jodohnya
Jawab :
kato sopo ??? Bukankah ustadz kita selalu mengatakan bahwa jodoh,rezeki
dan kematian(umur) Allah yang menentukan ! Nah loh kenapa bikin
presepsi sendiri, ngak berjilbabpun tidak menjamin cepat dapat jodoh,
banyak realita bahwa yang tidak berjilbabpun ada yg belum mendapatkan
jodoh dan sebaliknya yg berjilbab duluan..so kita kembalikan semua itu
kepada Allah yang,mengaturnya
3. Apa kata dunia klo aku pake jilbab?????
Jawab : ente makin cantik cin.hehe
4. Ngaaaaaaaaaaak siaaaaaaaaaap !!!
Jawab : hadeuuh nenk kapan siapnya kalo nunggu siapnya sih kagak
baek-baek kita, kadang kebaikan itu harus dipaksa supaya kita menjadi
baik bukan seperti contoh polisi diatas !
C. Mengapa Harus berjilbab?
a. Menjalankan perintah Allah(Al ahzab : 59)
b. Menjalankan hadis Rasul
c. Mencontoh para sahabiyah
D. Mamfaat Berjilbab
1. Mudah dikenali sebagai muslimah
2. Semakin medekatkan diri pada Allah
3. Menjauhkan dari maksiat
4. Berpikir-pikir untuk melakukan maksiat takut dengan Allah dan selalu ingat dengan jilbab di kepala
5. Lebih aman dan tidak di goda atau di colek sembarangan(teman cowok juga akan santun dan ikut menjaga kita
6. Meningkatkan motivasi keislaman untuk kehidupan dunia-akhirat
7. Merdeka dalam artian sebenarnya
“ pernah liat cewe kalo duduk di angkot, pasti duduknya gelisah dengan
menutup pahanya takut kelihatan isi dalamnya, semenara jilbab dengan
pakaian syar’i memudahkan kita dalam bergerak bebas”
8. Dengan berjilbab kita tidak diukur dari fisik, melainkan dari kecerdasan dan kebaikan dari hati kita (Innerbeuty)
9. Jilbab membawa kita kelingkungan yang baik
“tidak mungkin kita malah senang di tempat diskotik mau dugem,pastilan
ke arah yang lebih baik, sebab ketika kaki melangkah ke arah maksiat
maka jilbab bicara melalui nurani”
10.Dengan berjilbab kontrol di tangan permpuan buka pria
“ kita yang memilih kepada siapa kita perlihatkan aurat kita yakni
keluarga mahram dan suami kita kelak,bukan sebebasny orang. Berbeda
halnya merke yang terbuka paha serta betis mulus mereka dengan gampang
dilihat paklek sayur tukang sate bang siomay..jiaaahhh...oh no sis..
11. Dengan berjilbab kita telah melakukan seleksi suami
“ Percayalah hanya laki2 istimewa yang berani meminang kita, bukan sembarangan !
12. Jilbab mencegah penyakit jasmani
Mencegah penyakit kulit (terbakar karena sinar matahari) dll yg tak semua disebut
13. Jilbab membawa kesehatan jiwa, hati jadi nyaman dan tentram
14. Dengan jilbab kita maju bersama-sama
15. Denga berjilbab menjadikan kita tauladan,lebih didengar apabila dimintai pendapat (iman,ilmu,amal tingkatkan yah ! )
16. Dengan jilbab lebih anggun dan nyaman dipandang mata
“jaga kebersihan,kerapian dan keserasian” jangan sembarangan misal
jilbab kuning baju ijo rok merah sepatu putih kaoe ungu..jiaahh..sisi
yang ada kita dibilang akhwat unbul-unbul .. :D
Ingat sahabatku bahwa setelah kamu tahu ilmu ini sampaikan kepada mereka yang belum mengerjakan syariatnya ini.
(¯`v´¯)
`•.•.¸.¸¸.•*¨¨*•.¸¸.•´` ♥Biarkan Saja 'ia' Pergi. . .(dalem sangad neyh judulna ^__^)
hemmm. . .
Tentang hati, Lagi lagi adalah hal yang ndak habis untuk dibahas.
Antunna pernah merasa jatuh cinta atau ditinggalkan cinta?Arrrghh lebay
yaks? :P
ukeh,ukeh. Bukan itu maksudna,hanya saja kita sebagai
wanita memiliki hati yang begitu “lembut”, bahkan saking lembutna kita
seringkali menangis untuk hal hal yang ndak pantas untuk kita
tangisi.betul ndak?*hayoooh ngaku!*:)
Yaks. Tentang hati ! Orang
yang punya hati sudah pasti bisa merasa berbunga tapi juga bisa
menitikkan gerimis yang akhirna membadai,perih :p Apalagi kita, karena
kita adalah wanita.
Pernah mengagumi seseorang? atau bahkan
menyayangi seseorang? Baik itu ia tau atau tidak, tapi kita telah
menyimpan “sesuatu” untukna,di dasar hati kita. Sesuatu itu bernama
harapan.ciee. . .cie. . Tiap kita memang memiliki harapan yang berbeda
tapi disini yang viE bicarakan adalah sebuah harapan tertinggi dan suci
tentang cinta yaitu PERNIKAHAN.ukhuk,ukhuk :)
Mungkin kita pernah
berharap pada seseorang yang “menurut” kita baik, hingga harapan itu
kian dalam tertambat padana :p Berharap agar ia menjadi imam kita.
Subhaanalloh. . .ngarep pisan ceritana :)

Tapi ketika harapan harapan itu tak juga menjadi nyata, akhirna kita terjatuh.
Yaks,Sakit memang, ada banyak sekali alasannya. Entah itu karena ia
telah menikah dengan akhwat lain atau ia lebih memilih akhwat lain. Akan
lebih menyakitkan lagi ketika ia pernah “memberikan” harapan itu dengan
janji janjina, lalu ia pergi begitu saja tanpa tau bahwa ketika ia
memutuskan untuk pergi ternyata ada luka di hati kita.
Lelaki kadang
memang sulit untuk dimengerti, mudah sekali berjanji, mudah sekali
mengucapkan kata kata manis, mudah sekali “merapuhkan” hati wanita.jika
saja mereka tau itu.hemm. . .
Hai lelaki, taukah kau?
Bahwa
kau dicipta bukan untuk merenggut hati kami secara paksa!tapi kau
ada,justru untuk melindungi dan memperlakukan kami dengan baik,
memberikan hak hak kami sebagai wanita. Kami tak butuh janji tapi kami
butuh kesungguhan hati! ! !
Tak taukah kau? Bahwa Alloh mencatat
semua yang kau janjikan itu. Alloh tau apa apa yang telah kau lakukan
hingga kami mengisi hati kami dengan namamu?
Sungguh, kami adalah
saudarimu, yang harus kau jaga hatina. Bukan untuk kau kotori apalagi
kau sakiti. . .ufst,jangan pada ngambek dibelakang viE yaks :p
Hemm. . . begitulah ketika kita hanya menggantungkan harapan pada hati
manusia. Bukankah hati manusia itu mudah sekali terbolak balik? Dan
karena ada tempat bergantung yang jauh lebih baik dari itu. Alloh. Alloh
Tahu,apa apa yang terbaik bagi kita, bahkan ketika kita menilaina ndak
baik sekalipun. . .Karena DIA punya rencana lebih indah dalam hidup kita
yang mungkin kita ndak tahu sebelumna. . .
Pernah mendengar kalimat ini ukhty?
“Mungkin Alloh terlebih dulu mempertemukan kita dengan orang yang
“salah” sebelum kita bertemu dengan orang yang “benar”, agar ketika kita
bertemu dengan orang yang benar itu,kita bisa bersyukur lebih banyak”.
Yaks,memang begitulah. Dan itu nyata karena kita pernah mengalamina
sendiri.ia ndak? huffft . . . (malah curhat euy :D). ukeh. Sudah mellowna?
jangan nangis yaks ukhty ^__^ Nahh sekarang saatna bersemangat lagi
hayooh! !
Berapa sih jumlah lelaki baik di dunia ini? 1 dari
10? 1 dari 100? Atau 1 dari 1000? Ahh, kok kita segini jahat menilai
lelaki :p Pada dasarna tiap orang memiliki kebaikanna masing masing dan
kalo bisa dibilang mah, tiap laki laki itu baik kali yaks. . .
Hanya
saja, apakah kita akan berhenti menilai hanya sampai kata “baik” itu?
Tidak! karena baik itu bisa dilakukan oleh siapapun. Tapi ada batasan
lain yaitu “Shoolih”. Karena keshoolihan seorang lelaki bisa mewakili
banyak hal, shoolih ilmuna, akhlaqna, pribadina. Dan satu lagi, seorang
lelaki shoolih pasti akan selalu menjaga hati kita. Ia, hanya akan
mencintai kita karena berharap pada cintaNya. Karena itulah,lelaki
shoolih ndak kan mudah mengumbar janji karena yang ia inginkan adalah
pertemuan yang jauh lebih suci. . .
Begitu mahal harga keshoolihan saat ini. Hanya lelaki yang mencintaiNya saja yang memiliki keshoolihan itu.
Yaks, begitu saudariku.ndak usah bersedih, karena air mata kita jauh
lebih berharga bila harus keluar hanya untuk menangisi seseorang yang
tak pantas untuk kita tangisi :) Karena di luar sana Alloh pasti telah
menyiapkan seorang lelaki shoolih untuk kita dan pasti Alloh akan
memberikanna di saat yang tepat nanti. . .
InsyaaAllohu Ta'aala.
It’s dedicated for : Saudari saudariku yang pernah merasakan sakitna berharap ^__^
Tenanglah ukhty. Lihatlah keluar sana, langit masih selalu biru dan
terlalu indah bila hanya untuk melihat mendung di wajahmu :)
"Mencintai yang dicintai oleh Yang TERcinta,adalah bagian dari mencintai Yang TERcinta"
♥…….…………...♥ •.¸.•´♥………….………♥ ───────────────█─█──────
──────████──█──█─█────── ──────█──█──█──█─█──────
──────████──█──█─█────── ─────────███████─█────── ♥ ✿•*¨`*•. (¯`v´¯)
(¯`v´¯) .•*¨`*•✿ ♥
. . ♥ ✿ •*¨`*•.¸(¯`v´¯)¸.•´*¨`*•✿ ♥ .
♥ Jika kita mencintai Alloh,maka kita akan memiliki segalana ♥
hemm. . .
#mesem227+SemangKA!
Bismillaahirrohmaanirrohiim..
Ukhti fillah..
Benarlah engkau sangat mempesona, pesonamu selalu mampu merobohkan akal
para ikhwit (ikhwan genit) bahkan para laki-laki yang ingin menjaga
pandangannya yang selalu beredar di facebook.
Kau sangat tahu,
beratus-ratus bahkan beribu-ribu laki-laki dipertemanan Facebook mu
menatapmu dengan kagum atas kecantikan wajahmu yang tanpa malu-malu lagi
kau tampakkan seluruh cahaya wajahmu. Apakah engkau bangga dengannya ??
bangga karna kau Bak Artis yang dipuja puji kecantikannya?? lantas kau
kemanakan rasa malu mu ukhti ??
Ukhi fillah..
Kecantikanmu sungguh mempesona, tak ada yang mampu menyangkal itu.
Sungguh kecantikanmu adalah Anugrah Terindah, namun pantaskah engkau
pamerkan kecantikanmu demi ikhwit-ikhwit yang berkeliaran di Facebook ??
Apa yang engkau maksudkan dengan kecantikan sebagai bagian yang harus kau tampakkan pada mereka ?? Apa tujuanmu yaa ukhti ??
Ukhti fillah..
Sadarkah engkau, banyak ikhwit berkeliaran. Dengan kau pamerkan paras
ayumu, kau justru menggoda mereka untuk merayumu. Ada yang
terang-terangan menggodamu dengan berkata hal yang tak pantas untuk
kemuliaanmu.. ” Ukhi, kau cantik sekali, mau kah menemani mimpi-mimpiku
“..Pantaskah ??
Atau kau justru senang dengan kenistaan mereka
yang merendahkan izzah dan iffahmu meskipun hanya di dunia maya ?? atau
justru kau bangga dengan rayuan-rayuan mereka yang menggugah selera
nafsu mereka ??
Ukhti fillah..
Aku tahu kau tetap
menjaga auratmu, jilbabmu yang menutup seluruh bagian yang harus
tertutup rapat. Namun kau lupa, ‘pose’ mu mengundang decak kagum ikhwit
untuk terus memandangmu dan menggodamu bahkan mengundang tertawaan
syetan yang berhasil merubuhkan pesonamu.
Lalu apa arti jilbabmu
kalo kau enggan untuk menjaganya dari serbuan para ikhwit, justru kau
senang memamerkannya. Apakah kau lupa ada ratusan muslimah yang foto nya
disalah gunakan, bahkan fotonya di edit menjadi foto yang vulgar.
Siapa yang hendak kau salahkan ?? mereka para pengedit foto ??
Tidak..itu tidak mungkin. Karna sesuai peraturan di dunia maya, semua
foto yang sudah masuk ke dunia maya adalah hak milik semua orang. Mereka
bebas men’ save ‘ dan meng’ edit ‘ fotomu. Apakah kau mau menjadi salah
satu korban muslimah dari kekejian ikhwit dunia maya ??
Ukhti fillah..
Karna ku sayang padamu, kau tetap lah saudariku. Tak pantaslah aku
membiarkanmu tetap dalam jalur yang membuatmu makin terpuruk.
Karna ku sayang padamu, kau tetap lah saudariku. Kau lah muslimah yang
seharusnya menjadi contoh orang-orang disekitarmu untuk tetap istiqomah
dalam kebenaran.
Karna ku sayang padamu, kau tetap lah saudariku.
Nanti akan datang seorang laki-laki mulia yang hanya dia lah yang kau
halal kan melihat paras ayumu, tentu laki-laki mulia itu hadir karna kau
menjaga kemuliaanmu.
Karna ku sayang padamu, kau tetap lah saudariku.
Maka jagalah Paras Ayumu.. :)
[khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]
Wallaahu a'lam bish Showwab.

Saat ini fenomena hamil di luar nikah begitu
marak, dan masyarakat pun sudah menganggap hal ini sebagai sesuatu yang
biasa. Di mana-mana ada pemilu (pengantin hamil dahulu). Ironisnya,
maksiat ini banyak dilakukan umat Islam, padahal Islam mengajarkan
umatnya agar jangan mendekati zina...
Dampak Globalisasi
Kemajuan teknologi informasi benar-benar telah membawa pengaruh besar
bagi masyarakat. Sayang, kebanyakan pengaruh yang ditimbulkannya
bersifat negatif, yang mengarah pada dekadensi moral, khususnya bagi
generasi muda.
Pengaruh budaya barat yang disebarkan melalui
berbagai tayangan di televisi, VCD, ataupun internet yang begitu mudah
diakses, sungguh sangat terasa. Perubahan nilai atau cara pandang
terhadap pergaulan antar lawan jenis pun berubah. Kalau dulu, pacaran
atau bermesraan di depan umum dianggap tabu, kini hal itu dianggap
biasa. Jangankan bersentuhan atau sekadar berciuman, yang lebih dari itu
pun dilakukan, dengan tanpa rasa malu! Naudzubillah...
Sepotong Malu Yang Tersisa
Saat melakukan hal itu (zina), mungkin rasa malu benar-benar sudah
menghilang dari hati dua insan yang dimabuk cinta. Hawa nafsu telah
membius mereka, sehingga hal itu pun terjadi.
Namun...bila kemudian timbul konsekuensi logis dari perbuatan mereka itu, benarkah tiada lagi sepotong malu yang tersisa...?
Bagi seorang gadis, ternyata itu seringkali menyisakan rasa malu yang
dalam. Gara-gara hamil di luar nikah, sekolah terpaksa kandas. Dan semua
orang tahu, kini ia tidak gadis lagi. Duh, malu ...rasanya! Tambah malu
lagi, bila sang pacar tidak mau mengakui atau bertanggung jawab atas
perbuatannya. Bila begini jadinya, rasanya, habislah sudah masa
depannya. Penyesalan pun selalu datang terlambat.
Demikian juga bagi
orangtua si gadis. Ijab qabul belum dilakukan.... eh, rahim anaknya
sudah ‘diisi’ orang. Siapa yang tak marah.
Yanglebih menyedihkan
adalah rasa malu seorang anak, jika kelak ia tahu, bahwa ia lahir ke
dunia ini disebabkan perbuatan yang memalukan. Itulah beberapa ‘malu’
yang tersisa, dari perbuatan yang sepantasnya hanya dilakukan binatang
itu.
Dipertanyakan keabsahannya
Ketika mengetahui anak
gadisnya dihamili pacarnya, biasanya seorang bapak buru-buru menikahkan
mereka. Ia tak peduli, sah atau tidakkah pernikahan dalam kondisi
demikian. Yang penting, jangan sampai anaknya melahirkan tanpa memiliki
suami.
Walaupun menurut hukum di negeri ini, pernikahan dalam
kondisi seperti itu dianggap sah, namun sah jugakah bila dituinjau dari
hukum agama yang syar’i?
Dalam islam, seorang wanita yang hamil
harus menunggu sampai anaknya lahir, jika ingin menikah. Lagipula, jika
pernikahan seperti itu sah, maka akan senanglah para pezina. Enak
sekali, bisa berzina dulu dan menikah kemudian. Bila sang wanita tidak
hamil, tidak perlu menikah. Yang seperti itu tentu saja sangat
bertentangan dengan Islam, karena islam memberikan hukuman yang tegas
bagi para pelaku zina.
Anakpun Menjadi Aib
Normalnya,
dalam pernikahan, kehadiran anak dianggap sebagai anugrah yang tak
ternilai harganya. Tapi, bila anak terlahir dari hubungan di luar nikah,
maka ia pun dianggap sebagai aib. Tak jarang, sebelum ia lahir ke
dunia, orangtuanya berusaha menggugurkannya. Setelah lahir pun,
seringkali ia hanya dibuang begitu saja, seperti sampah yang tak
berharga.
Adapun mengenai nasab anak dari perbuatan zina dinasabkan
pada ibunya. Meskipun bapak bayi itu sudah menikah dengan ibunya, tapi
jika si anak lahir dari perbuatan di luar nikah, maka ia tetap
dinasabkan pada ibunya. Jika anak itu perempuan, maka kelak bapaknya
(secara biologis) tidak boleh menjadi wali nikahnya! Jadi kehamilan di
luar nikah, memang membawa madharat yang panjang....
Pernikahan Tidak Lagi Sakral
Terlepas dari sah atau tidaknya pernikahan 'pemilu' ini, biasanya tidak
akan membawa kebahagiaan yang langgeng dalam rumah tangga. Sebab
pernikahan sudah kehilangan makna, tidak sakral lagi. Tak ada ‘malam
pertama’ yang indah nan penuh kejutan. Karena semua dirasakan sebelum
menikah. Mungkin, yang ada justru kejenuhan, penyesalan dan
keterpaksaan.
Rumah tangga yang seperti itu biasanya hanya akan
terasa ‘gersang’, dan tiada lagi kehangatannya. Mengapa? Karena
seringkali mereka menikah, dalam keadaan terpaksa. Khususnya bagi pihak
laki-laki. Tak jarang, bila dulunya si gadis memiliki banyak pacar, maka
lelaki yang menikahinya tiba-tiba ‘berubah pikiran’ dengan tidak
mengakui bahwa bayi yang dikandung isinya itu adalah anaknya. Maka,
pihak istrilah yang paling menderita bila ini terjadi.
Kiamat sudah Dekat
Salah satu tanda makin dekatnya hari kiamat adalah menyebarnya maksiat,
termasuk maraknya zina. Hari ini kita saksikan, maksiat ada di
mana-mana. Zina pun sudah menjadi hal biasa yang dilakukan berbagai
kalangan. Lalu, masihkah kita perlu bertanya, bila azab Allah datang
silih berganti, semua ini salah siapa?
Barangkali memang kiamat
sudah dekat, dan kiamat kecil bagi kita, adalah saat malaikat maut
menjemput. Karena itu, mari kita berbekal. Jangan tukar kenikmatan
sesaat, dengan siksa di akhirat yang kekal. Wallahu a’lam.
copas : sang pencerah qolbu